GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Distan: Ternate Dijadikan Sentra Pengembangan Hortikultura

Distan: Ternate Dijadikan Sentra Pengembangan Hortikultura

TERNATE, TAJUKTIMUR.COM â€" Dinas Pertanian (Distan) Maluku Utara (Malut) mengarahkan Kota Ternate menjadi sentra pengembangan hortikultura, untuk memenuhi kebutuhan …

Distan: Ternate Dijadikan Sentra Pengembangan Hortikultura

TERNATE, TAJUKTIMUR.COM â€" Dinas Pertanian (Distan) Maluku Utara (Malut) mengarahkan Kota Ternate menjadi sentra pengembangan hortikultura, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat yang selama ini lebih banyak didatangkan dari daerah lain.

Ternate sebenarnya sejak zaman dahulu sudah menjadi sentra produksi komoditas perkebunan, khususnya cengkih dan pala tetapi pengembangannya sekarang terkendala dengan terbatasnya lahan,” kata Kepala Distan Malut, Idham Umasangadji, kemarin.

Bahkan lahan tanaman cengkih dan pala di Kota Ternate, khususnya di Pulau Ternate sekarang banyak ditebang untuk dialihfungsikan menjadi permukiman seiring dengan semakin bertambahnya jumlah penduduk di daerah ini.

Oleh karena itu, menurut dia, pengembangan Ternate menjadi sentra hortikultura lebih memiliki prospek terutama untuk jenis tanaman sayuran, seperti cabai, tomat, kangkung, bayam dan sawi yang tidak membutuhkan lahan yang luas.

“Pengembangan tanaman hortikultura itu diharapkan selain menjadi sumber penghasilan petani, juga bisa memenuhi kebutuhan dipasaran setempat, terutama saat pasokan dari daerah lain terlambat masuk,” kata Idham.

Ia juga mengatakan, walaupun Ternate tidak menjadi sentra pengembangan tanaman cengkih dan pala, Distan Malut akan tetap memberikan perhatian kepada para petani di daerah ini yang masih setiap memelihara tanaman rempah itu.

“Perhatian itu di antaranya dalam bentuk pembelian pendampingan kepada petani untuk menerapkan pola budidaya yang baik, agar produksinya yang selama ini masih relatif rendah, pala misalnya hanya rata-rata 350 kg per hektare, bisa lebih meningkat,” ungkapnya.

Ia menambahkan, Distan Malut bersama instansi terkait lainnya juga mendorong para petani setempat untuk memaksimalkan pemanfaataan produksi tanamannya agar pendapatan mereka tidak hanya bergantung dari hasil produksi utama.

“Produksi pala misalnya yang selama ini hanya dimanfaatkan biji dan fulinya juga diarahkan memanfaatkan pula daging buahnya menjadi sirup pala, manisan pala dan krepik pala yang banyak diminati konsumen,” tutup Idham.

Berita Lainnya BKNDI Malut Siap Bantu Pemprov Wujudkan Swasembada Bawang Putih TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Badan Kordinasi Nasional Desa Indonesia (BKNDI) Maluku Utara (Malut) akan ... Guru Honor Maluku Utara Berharap Penerimaan P3K Tanpa Tes TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Para guru honor di Maluku Utara (Malut) mengharapkan penerimaan Pegawai Pe... BPS: Ternate Inflasi 0,12 Persen TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Badan Pusat Statistik (BPS) Maluku Utara (Malut) mencatat , pada Oktober 20... Bawaslu Maluku Utara Rekomendasikan Paslon AGK/YA Didiskualifikasi TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Bawaslu Maluku Utara (Malut) merekomendasikan pasangan calon (paslon) gube... Pemprov Malut: Peserta Tes Nilai Seleksi Kompetensi Dasar Sulit Capai Standar TERNATE, TAJUKTIMUR.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara (Malut) menyatakan, peserta tes...Sumber: Google News | Liputan 24 Ternate

No comments