GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Pemungutan Suara Ulang di Maluku Utara Digelar pada 17 Oktober

Pemungutan Suara Ulang di Maluku Utara Digelar pada 17 Oktober

Pemungutan Suara Ulang di Maluku Utara Digelar pada 17 Oktober KPU Provinsi Maluku Utara akan melakukan kegiatan pemungutan dan penghitungan suara ulang (PSU) pada 1…

Pemungutan Suara Ulang di Maluku Utara Digelar pada 17 Oktober

Pemungutan Suara Ulang di Maluku Utara Digelar pada 17 Oktober

KPU Provinsi Maluku Utara akan melakukan kegiatan pemungutan dan penghitungan suara ulang (PSU) pada 17 Oktober 2018.

Pemungutan Suara Ulang di Maluku Utara Digelar pada 17 OktoberKompas.com/PRIYOMBODOIlustrasi

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Maluku Utara akan melakukan kegiatan pemungutan dan penghitungan suara ulang (PSU) pada 17 Oktober 2018.

Ini menyusul keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait dengan perintah dilaksanakannya PSU di enam desa dan dua kecamatan pada pemilihan gubernur Maluku Utara.

Baca: Ini Dia 4 Tips Ibu Hamil Saat Berkendara

Untuk memastikan penyelenggaraan PSU itu tetap berjalan aman dan lancar, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Republik Indonesia sudah mengirimkan tim ke masing-masing lokasi.

"Bawaslu RI sudah mengirim tim ke masing-masing lokasi. Bawaslu Provinsi juga mengirimkan tim khusus, di mana ada wartawan/media dan pemantau," kata anggota Bawaslu RI, Fritz Edward, saat dihubungi, Selasa (16/10/2018).

Bawaslu RI beserta jajaran berupaya memastikan agar PSU tidak mengalami permasalahan.

"Kalau melihat suasana di lapangan, sepertinya kami tidak menemukan hal-hal sebagaimana dimaksud," kata dia.

Sebelumnya, Ketua DPW PPP Maluku Utara, Ridwan Tjan, menyampaikan kekhawatiran ada sejumlah intimidasi yang didapatkan para pendukung pasangan nomor urut 1, Ahmad Hidayat Mus (AHM) -Rivai Umar.

Intimidasi dikhawatirkan akan membuat masyarakat tak ut datang ke TPS pada Rabu mendatang. Untuk itu, dia meminta aparat pemerintah bisa menjamin suasana kondusif di Maluku Utara, khususnya daerah yang akan mengadakan PSU.

“Suasana di Maluku Utara cukup tegang menjelang PSU. Bahkan ada sejumlah laporan tentang intimidasi terhadap pendukung pasangan AHM-Rivai,” kata Ridwan.

Baca: TERPOPULER: Obrolan Shakira Buat Emilia Contessa Terkejut: Ia Sebut Dirinya Engga Ada di Sini

Halaman selanjutnya 12
Penulis: Glery Lazuardi Editor: Malvyandie Haryadi Ikuti kami di Video PilihanSumber: Berita Maluku Utara

No comments