GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Lantik Mahasiswa Baru, Rektor ITTS Beri Wejangan Ini ke Maba

Lantik Mahasiswa Baru, Rektor ITTS Beri Wejangan Ini ke Maba

Berita Surabaya Lantik Mahasiswa Baru, Rektor ITTS Beri Wejangan Ini ke Maba mahasiswa ITTS diharapkan dapat aktif dalam ikut mengembangkan dan mewarnai pem…

Lantik Mahasiswa Baru, Rektor ITTS Beri Wejangan Ini ke Maba

Berita Surabaya

Lantik Mahasiswa Baru, Rektor ITTS Beri Wejangan Ini ke Maba

mahasiswa ITTS diharapkan dapat aktif dalam ikut mengembangkan dan mewarnai pembangunan transportasi dan logistik

Lantik Mahasiswa Baru, Rektor ITTS Beri Wejangan Ini ke MabaistimewaRektor Institut Teknologi Telkom Surabaya (ITTS), Dwi S Purnomo

SURYA.co.id | SURABAYA - Rektor Institut Teknologi Telkom Surabaya (ITTS), Dwi S Purnomo, melantik 120 mahasiswa baru Tahun Akademik 2018/2019 dalam rangkaian acara Sidang Terbuka Senat Institut Teknologi Telkom Surabaya, Senin (22/10/2018).

Jumlah Penerimaan Mahasiswa Baru ITTelkom Surabaya 2018-2019 berdasarkan Registrasi On-Site dari Batch 1 sampai 4 per tanggal 19 Oktober sebanyak 120 mahasiswa.

Kepada para mahasiswa, Dwi S Kuncoro mengatakan teknologi sudah semakin maju, namun masih menghadapi beberapa masalah yang dari tahun ke tahun belum terselesaikan.

"Ada dua masalah yakni kemaritiman dan masih banyak nelayan yang miskin," kata Dwi didampingi Heroe Wijanto selaku VP Higher Education Strategic Policy YPT dan Wakil Rektor ITTS, Tri Agus Djoko Kuncoro sesaat setelah pengukuhan Mahasiswa Baru di Aula Balairung, Telkom Ketintang, Surabaya.

Terkait masalah kemaritiman, Dwi menerangkan biaya transportasi dan logistik di Indonesia masih sangat mahal, khususnya pengiriman antar pulau.

Telah menjadi rahasia umum bahwa mendatangkan sapi dari Nusa Tenggara Timur ke Jawa lebih mahal dibandingkan mendatangkan sapi dari Australia.

Di sinilah, ia mengharapkan peran mahasiswa ITTS dapat aktif dalam ikut mengembangkan dan mewarnai pembangunan transportasi dan logistik, khusus nya di sektor maritim Indonesia melalui teknologi telekomunikasi dan informasi.

"Peran tersebut diharapkan datang dari institusi, dosen, mahasiswa, dan Insya Allah lulusannya kelak," sambungnya.

Yang kedua, sebagian besar nelayan Indonesia tergolong dalam golongan masyarakat miskin. Penyebab utamanya adalah masih menggunakan teknologi tradisional.

“Di sinilah peran teknologi informasi dan telekomunikasi untuk mendukung teknologi transportasi di Indonesia. Teknologi informasi dan telekomunikasi telah menghasilkan informasi dan prediksi cuaca maupun prediksi lokasi-lokasi sumber ikan. Di sisi lain, pengembangan sistem telekomunikasi antar nelayan diharapkan dapat membuat antar nelayan dapat saling berkomunikasi dan berkoordinasi," paparnya.

Peran mahasiswa ITTS, khususnya mahasiswa baru, sangat diharapkan untuk turut serta meningkatkan kesejahteraan nelayan Indonesia melalui penerapan teknologi informasi dan telekomunikasi.

"B agi para mahasiswa baru, belajarlah dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab agar Anda dapat berkontribusi aktif dalam turut memajukan masyarakat, bangsa, dan negara," tandas Dwi.

Penulis: Sri Handi Lestari Editor: irwan sy Ikuti kami di Video PilihanSumber: Google News | Liputan 24 Maba

No comments