MK putuskan Pilgub Maluku Utara diulang | Liputan 24 Maluku Utara
www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

MK putuskan Pilgub Maluku Utara diulang

Posted by On 10:08 PM

MK putuskan Pilgub Maluku Utara diulang

Merdeka > Politik MK putuskan Pilgub Maluku Utara diulang Senin, 17 September 2018 21:15 Reporter : Merdeka Gedung Mahkamah Konstitusi. ©2018 Liputan6.com/Immanuel Antonius

Merdeka.com - Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Maluku Utara melakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU). Adapun gugatan ini diajukan oleh pasangan salah satu paslon pilgub Maluku Utara yakni Abdul Gani Kasuba-M Yasin, yang tak terima dengan hasil Pilkada, yang memenangkan paslon Ahmad Hidayat Mus-Rivai Umar.

BERITA TERKAIT
  • Sidang sengketa Pilkada Timor Tengah Selatan, MK putuskan hitung ulang surat suara
  • Jokowi: Sampai Juli 2018 MK telah memutus dan mengadili 112 perkara
  • Jadi Hakim MK, Enny Nurbaningsih junjung tinggi asas keadilan

"Memerintahkan kepada Komisi Pemilihan Umum untuk melakukan supervisi kepada Komisi Pemilihan Umum Provinsi Maluku Utara dalam melaksanakan pemungutan suara ulang Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Maluku Utara Tahun 2018," ucap Ketua Majelis Hakim Anwar Usman, dalam putusannya, Senin (17/9).

Majelis hakim Mahkamah Konstitusi menilai telah terjadi ketidakakuratan dalam penyusunan Daftar Pemilih Tetap (DPT) dalam pemungutan suara di 6 desa. Di antaranya, Desa Bobaneigo, Desa Pasir Putih, Desa Tetewang, Desa Gamsungi, Desa Dum-dum, dan Desa Akelamo Kao.

"Serta pelanggaran di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Sanana dan Kecamatan Taliabu Barat dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara Tahun 2018," tutur Hakim Anwar.

Selain itu, masih kata dia, Mahkamah juga memerintahkan, PSU ini harus segera dilakukan.

"Dilakukan dalam tenggang waktu 45 (empat puluh lima) hari sejak putusan ini diucapkan," jelas Hakim Anwar.

Dalam pertimbangannya, Mahkamah menemukan fakta, bahwa di beberapa TPS terdapat pemilih yang berusia kurang dari 17 tahun pada tanggal 27 Juni 2018 (saat pemungutan suara) dan belum menikah. Selain itu, Pada sebagian besar Formulir C7-KWK dan Formulir A.Tb-KWK, tulisan nama pemilih sangat serupa dan sebangun serta tidak ditandatangani oleh petugas KPPS.

Selain itu, Mahkamah juga menemukan pemilih yang memilih lebih dari satu kali, dan terdapat Beberapa NIK yang tertera dalam Formulir A.Tb-KWK tidak ditemukan dalam mesin pencarian.

Karenanya, pemilihan ulan g ini, dalam rangka untuk menjamin terselenggaranya pemungutan suara ulang dengan benar yang mencerminkan kedaulatan rakyat.

Reporter: Putu Merta Surya Putra
Sumber: Liputan6.com [gil]

Baca Juga:
Cagub ditahan KPK, Wagub Maluku Utara berharap tetap dilantikMendagri minta KPK percepat proses hukum calon kepala daerah pemenang pilkadaIni Cagub Maluku Utara terpilih versi quick count yang ditahan KPKKPK minta cagub Malut Ahmad Hidayat Mus kooperatifGolkar bersyukur cagub tersangka KPK menang Pilgub Maluku Utara: AlhamdulillahTersangka pengadaan Bandara, Cagub Malut Ahmad Hidayat Mus diperiksa KPKDitahan KPK, Cagub Malut terpilih versi quick count optimis tetap dilantik
Topik berita Terkait:
  1. Mahkamah Konstitusi
  2. Pilgub Maluku Utara
  3. Sengketa Pilkada
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini
  • Kemenko PMK tegaskan tak ada korban meninggal akibat malaria di Lombok

  • Kemenko PMK intensifkan koordinasi penanganan malaria di Lombok

  • Asian Para Games 2018 jadi kesempatan volunteer semakin mengenal atlet difa bel

Rekomendasi

Sumber: Berita Maluku Utara

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »