Usai Dipisahkan, Satu Bayi Kembar Siam asal Ternate Meninggal ... | Liputan 24 Maluku Utara
www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Usai Dipisahkan, Satu Bayi Kembar Siam asal Ternate Meninggal ...

Posted by On 6:17 PM

Usai Dipisahkan, Satu Bayi Kembar Siam asal Ternate Meninggal ...

Berita Surabaya

Usai Dipisahkan, Satu Bayi Kembar Siam asal Ternate Meninggal, Dimakamkan di Mojokerto

dr Agus Harianto, SpA(K), mengungkapkan Khanisa meninggal karena gagal multi fungsi organ.

Usai Dipisahkan, Satu Bayi Kembar Siam asal Ternate Meninggal, Dimakamkan di Mojokertosurya/sulvi sofianaOrangtua bayi, Suhardi Tjan (kiri) menahan tangis saat menyiapkan jenazah putrinya, Khalisa yang baru saja dipisahkan dari kembar siamnya Khanisa di Ruang jenazah RSUD dr Soetomo, Sabtu (26/5/2018).

SURYA.co.id | SURABAYA â€" Tangis haru menyelimuti kamar jenazah di RSUD Dr Soetomo. Sebab, bayi Khanisa, kembar siam asal Ternate yang b erhasil dipisahkan di RSUD Dr Soetomo, Selasa (22/5/2018) meninggal dunia.

Khanisa berhasil dipisahkan dengan saudara kembarnya Khalisa setelah rangkaian operasi selama 11 jam.

Orang tua bayi, Suhardi Tjan (49) tampak menahan tangis mengungkapkan anak ketujuhnya ini akan dimakamkan di Mojokerto. Tepatnya di lingkungan keluarga Suhardi di daerah Kecamatan Gedeg, Kabpaten Mojokerto.

“Saya sudah ikhlas, sejak awal saya dan keluarga sudah tahu resikonya. Tapi sebagai orangtua tetap saja saya sedih,” ungkap pria yang memang mendambakan anak perempuan ini.

Ia mengungkapkan, dipilihnya pemakaman di Mojokerto untuk mempercepat prosesnya. Pasalnya pihak keluarga tidak bisa meninggalkan Khanisa yang masih dalam perawatan untuk pemakaman di Ternate.

Ketua Tim Pusat Penanganan Kembar Siam Terpadu RSUD Dr Soetomo, dr Agus Harianto, SpA(K), mengungkapkan Khanisa meninggal karena gagal multi fungsi organ.

Sebab, Khanisa memiliki kelainan bawaan kembar siam Xyphoabdominopagus atau mengalami dempet dada hingga perut .

Kelainan bawaan yag dialami Khanisa yaitu kondisi PDA (Pembuluh Darah Aorta) yang harusnya tertutup malah terbuka besar dan atrial septal defect (kebocoran bilik jantung).

“Keduanya sengaja dipisah dahulu untuk menyelematkan kedua bayi. Karena dengan kondisi Khanisa yang tidak stabil, jika salah satu meninggal yang lainnya akan ikut meninggal,” urainya.

Pasca operasi, Khanisa-Khalisa sudah mendapatkan nutrisi tambahan, berupa susu formula. Sementara itu kondisi Khalisa pasangan siam, masih terus dipantau lantaran masih dalam tahap pemulihan.

Pemberian antibiotik juga masih diberikan untuk mencegah adanya bakteri atau mikrobia yang menyebabkan infeksi pada luka pascaoperasi.

Tim kembar siam yang menangani kedua bayi ini terus mengawal dengan memberikan fasilitas ambulan pada keluarga hingga lokasi pemakaman.

“Semua ambulan dan pelayanan akan dibantu tim kembar siam RSUD D r Soetomo,”pungkasnya.

Penulis: Sulvi Sofiana Editor: irwan sy Ikuti kami di Kapolri Minta Pernyataan Teroris Aman Abdurrahman soal Bom Surabaya Diviralkan Sumber: Google News | Liputan 24 Ternate

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »