Public Speaking, Master of Ceremony
Public Speaking, Master of Ceremony
www.AlvinAdam.com

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Fakultas Kedokteran di Malang Tampung 625 Maba

Posted by On 4:08 PM

Fakultas Kedokteran di Malang Tampung 625 Maba


MALANG â€" Fakultas Kedokteran (FK) menjadi salah satu pilihan unggulan bagi calon mahasiswa baru di beberapa PTN dan PTS di Malang. Hal itu terlihat dari rasio peminat dengan yang diterima di setiap PT yang memiliki Fakultas Kedokteran seperti Universitas Brawijaya (UB), Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Universitas Islam Malang (Unisma). Dekan FK UMM, Dr. dr. Meddy Setiawan S.p PD menyampaikan, tingginya minat mahasiswa baru untuk masuk di FK dapat dilihat dari rasio. Sehingga para calon mahasiswa harus bersaing ketat agar dapat diterima di FK. “Tahun ini kami masih menunggu keputusan dari Kemenristek Dikti untuk kuota yang akan diterima di FK. Namun jika mengacu pendaftar yang diterima tahun lalu sekitar 150 mahasiswa baru yang diterima,” ujar Meddy Setiawan kepada Malang Post. Ia menjelaskan, kuota penerimaan mahasiswa baru harus melihat parameter terlebih dahulu. Beberapa parameter yang dilihat diantaranya status akreditasi, kerja sama dengan RS Pendidikan yang telah terakreditasi dan lulusan uji kompetensi dasar (UKD) mahasiswa. class="eliadunit"> Sedangkan untuk total peminat pada tahun lalu, dibeberkan Meddy yang terdiri dari gelombang I dan II sebanyak 2.200 dengan yang diterima hanya 150. Tahun lalu rasio peminat dengan yang diterima sebesar 14 : 1. FK UMM tahun lalu hanya membuka dua jalur pendaftaran yaitu gelombang I pada 5 Maret sampai 4 Mei dan gelombang II pada 21 Mei hingga 13 Juli. “Tahun ini kami tidak membuka jalur prestasi, itu karena kami lebih mengutamakan tes seleksi untuk mencari calon mahasiswa kedokteran yang memiliki kualitas,” bebernya. Sementara itu, di tempat berbeda diungkapkan Wakil Dekan 1 FK UB Dr. dr. Wisnu Barlianto,. M.Si, Med, Sp.A(K) pada tahun ajaran akademik t ahun ini, FK UB masih tetap membuka kuota sama dengan tahun sebelumnya. Di mana dari lima prodi yang ada diantaranya prodi Kedokteran menampung sebanyak 225 kursi, keperawatan 100 kursi, kebidanan 110 kursi, gizi 120 kursi dan farmasi 120 kursi. Dari total tersebut, peminat terbanyak jika dilihat dari rasio peminat terbanyak ada pada prodi farmasi dengan perbandingan 1:42, prodi kedokteran 1:30 dan prodi gizi 1:30 dengan calon mahasiswa yang diterima. Sementara untuk jalur pendaftaran terbagi menjadi tiga yaitu SNMPTN, SBMPTN, dan SMUB atau jalur mandiri. Sedangkan FK UIN Malang, diungkapkan oleh Kepala Biro Administrasi, Akademik, dan Kemahasiswaan UIN Malang, Drs H Achmad Heru AH M.Si bahwa kuota yang akan diterima pada tahun ini sebanyak 50 mahasiswa untuk Pendidikan Dokter dan Farmasi sebesar 95 mahasiswa. “Jumlah kuota yang kami terima masih sama dengan tahun sebelumnya, itu karena keterbatasan SDM dan sarana prasarana. Untuk pendaftaran terdiri dari dua jalur SNMPTN dan SB MPTN,” terangnya. Dekan Fakultas Kedokteran Unisma, dr.HRM.Hardadi Airlangga, Sp. PD juga mengatakan bahwa untuk masuk dalam FK Unisma tidak mudah, pasalnya pihaknya tidak mematok pendaftar sesuai dengan kuota yang diberikan oleh Menristek Dikti. Itu terbukti pada tahun lalu, FK Unisma hanya menerima 90 mahasiswa baru dari jumlah peminat sebanyak 1.500. “Kami tidak pernah menerima penuh kuota yang ditetapkan Dikti, karena kami melihat dari kemampuan calon pendaftar berdasar hasil seleksi. Di mana beberapa seleksi tersebut meliputi tiga tahap yaitu, psikotes dan akademik di tahap pertama, fisik dan kejiwaan di tahap dua dan tahap terakhir wawancara,” papar Hardadi. Ia mengungkapakan, selama ini FK Unisma tidak pernah menerima lebih dari 100 mahasiswa baru. Hanya pada tahun 2016 yang lebih dari 100 mahasiswa baru. Sedangkan untuk jalur pendaftaran di FK, Unisma membuka empat gelombang reguler pada tahun-tahun sebelumnya. Untuk tahun ini, pihaknya juga masih membuka empat gelomba ng dengan satu gelombang khusus untuk lulusan pondok pesantren minimal tiga tahun dan MAN dengan jurusan IPA yang akan diberikan beasiswa. (eri/oci)Sumber: Google News | Liputan 24 Maba

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »