Public Speaking, Master of Ceremony
Public Speaking, Master of Ceremony
www.AlvinAdam.com

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

thumbnail

Posted by On 2:06 AM

Jalur Mandiri, Uinsa Buka Dua Prodi Baru untuk 30 Maba, Ayo Daftar!

Wakil Rektor 1 UINSA, Syamsul Huda. DUTA/endang

SURABAYA | duta.co â€" Jalur mandiri untuk program studi (prodi) umum, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) membuka dua prodi baru.

Prodi itu adalah Sastra Indonesia yang tergabung dalam Fakultas Adab dan Humaniora dan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang tergabung dalam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan.

Dua prodi itu memang baru bisa dilaksanakan di jalur mandiri prodi umum karena surat keputusan (SK) pembukaannya baru diterima pihak UINSA.

Dikatakan Wakil Rektor 1 UINSA, Syamsul Huda, prodi ini memang hanya bisa dilakukan di jalur mandiri karena untuk jalur seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) sudah selesai dila ksanakan.

Baca Juga:

  • Siswa Jatim Terbanyak Lolos SNMPTN 2018, Pengumuman…
  • Mapel Sejarah, Alat Ukur Patriotisme dan…
  • Menag dan Habib Jindan Sepakat, Gembleng Da’i dan…
  • Membentuk Jiwa Interpreuner Peserta Didik Melalui…

Sementara seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN) baru akan dilaksanakan.

“Tidak nututi untuk ikut dua jalur umum itu. Makanya kami lakukan pertama di jalur mandiri umum dulu. Tahun depan baru ikut SNMPTN dan SBMPTN,” ujar Syamsul Huda kepada media di Twin Tower, Rabu (25/4).

Dibukanya dua prodi ini, kata Syamsul mewakili Rektor UINSA Prof, Abd A’la yang sedang berhalangan, terkait beberapa kerjasama yang dilakukan lembaganya dengan kampus-kampus di luar negeri.

Di mana banyak permintaan dari kampus luar negeri atas dosen dari UINSA yang mengajar Bahasa Indonesia.

“Mungkin banyak yang minat untuk belajar Bahasa Indonesia. Seperti Thailand dan Jerman. Mereka meminta kami ada dosen yang bisa mengajar Bahasa Indonesia di sana,” katanya.

Sementara untuk Pendidikan IPA, karena didasari masih lemahnya mutu pendidikan sains di tingkat pendidikan dasar dan menengah di Indonesia. Khususnya di pondok pesantren. Semua itu, karena kualitas guru IPA juga belum berkualitas.

Untuk itu, UINSA mencoba mencetak lulusan guru Sains yang bisa memaduka atau mengintegrasikan antara pendidikan sains dengan budaya pesantren.

Karena diakui Syamsul yang bisa paham budaya pesantren itu hanya pendidik yang pernah dididik ala pesantren. Sehingga paham bagaimana mendidik anak pesantren untuk paham Sains.

“Contohnya, ada istilah-istilah sains yang tidak dipahami anak pondok. Ketika dijelaskan dengan istilah-istilah keagamaan, sains itu ternyata menarik bagi siswa pondok. Ini yang coba kita didik, agar menghasilkan SDM yang memang dibutuhkan pesantren,” jelasnya.

Untuk dua prodi ini, UINSA membuka masing-masi ng 30 mahasiswa untuk satu rombongan belajar (rombel).

Jumlah ini adalah jumlah maksimal sehingga UINSA tidakbisa lagi menambahnya. Apalagi semua itu berkaitan dengan fasilitas, sarana dan prasarana yang dimiliki.

“Kita memang tidak bisa menerima mahasiswa terlalu banyak. Kisarannya hanya 2.500 mahasiswa total setiap tahunnya. Kami sadar dengan kebertasan fasilitas ini. Kecuali nanti kampus dua di Tambak Sumur sudah jadi,” tandas Syamsul.

Seperti diketahui, UINSA dalam penerimaan mahasiswa baru selalu menempuh jalur Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi dan Kementerian Agama.

Untuk prodi umum yang berjumlah 17, UINSA menerima 1.628 mahasiswa dengan jalur SNMPT N 30 35 persen, SBMPTN 35 persen dan mandiri 30 persen.

Untuk prodi keagamaan UINSA menerima 2.937 mahasiswa baru. Ada tiga jalur juga yakni Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN PTKIN) 50 persen, Ujian Masuk PTKIN 30 persen dan jalu r mandiri 20 persen. end

Sumber: Google News | Liputan 24 Maba

thumbnail

Posted by On 2:05 AM

Hari Malaria Sedunia, Bahrain Kasuba Konsisten Berantas Malaria ...

Hari Malaria Sedunia, Bahrain Kasuba Konsisten Berantas Malaria di Halsel

"Alhamdulillah dengan upaya tersebut berhasil menurunkan angka Kematian Malaria," kata Bahrain.

Hari Malaria Sedunia, Bahrain Kasuba Konsisten Berantas Malaria di HalselIst/Tribunnews.comBupati Halsel Bahrain Kasuba memberikan sambutan pada Hari Malaria Sedunia tahun 2018, Rabu,(25/04/18), yang dilaksanakan di Aula Kantor Bupati.

TRIBUNNEWS.COM, LABUHA - Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) memperingati Hari Malaria Sedunia tahun 2018, dengan mengusung tema "Halsel Bersiap Menuju Eliminasi 2021", Rabu,(25/04/18), yang dilaksanakan di Aula Kantor Bupati.

Hadir dalam acara ini Bupati Halsel Bahrain Kasuba, Ketua Tim Penggerak PKK Hj. Nurlaila Muhammad, Perwakilan Unicef Indonesia dr. Endang Sumiwi, Konsultan Unicef Maluku Utara, Forkopimda Halsel, Kepala Bank Mandiri, Pejabat Eselon II, III dan IV, Para Kader Posyandu, Kapala-Kepala Sekolah, Kepala-Kepala Desa, serta Para Staf dilingkup Pemkab Halsel.

Acara ini diawali dengan pembacaan Deklarasi Halmahera Selatan Bebas Malaria tahun 2021 oleh Bupati Bahrain Kasuba, didampingi Ketua Tim penggerak PKK Hj. Nurlaila Muhammad, Perwakikan Unicef Indonesia, Konsultan Unicef Malut, serta Unsur Forkopimda Halsel, dan dilanjutkan dengan penandatanganan Deklarasi oleh Bupati dan diikuti oleh semua undangan yang hadir.

Bahrain Kasuba dalam sambutannya menyampaikan bahwa, penyakit malaria di daerah ini pernah ada dan mengakibatkan lebih dari 220 orang meninggal pada tahun 2003, yang merupakan awal terbentuknya Kabupaten.

"Kemudian, pada tahun 2007 malaria kembali dan mengakibatkan 63 orang meninggal dunia dan 3000 orang terkena malaria, dan di tahun 2007 juga Halsel terkena Kejadian Luar Biasa (KLB)," katanya.

Menurut Bahrain, pada waktu ia menjadi Ketua DPRD Halsel, dirinya bersama Pemerintah Daerah seluruh sektor pemerintah dan masyarakat membuat satu terobosan inovasi dengan pengalokasian 40 persen dari Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2007 dan 2008 untuk penanggulan malaria ditingkat desa, pemberdayaan masyarakat dan pengesahan Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2011 Tentang Penanggulangan Malaria.

"Alhamdulillah dengan upaya tersebut berhasil menurunkan angka Kematian Malaria," katanya.

Lanjut Bahrain, dengan angka malaria yang rendah dan sedikit ini, maka harus lebih terfokus pada kejadian satu kasus malaria untuk bisa diobati dan ditanggulangi sehingga tidak menyebar dilingkungan sekitarnya.

Dirinya juga mengatakan dengan Inovasi Lacak Malaria yang bulan kemarin menjadi Champions WSIS Prizes 2018 di Je newa Swiss setidaknya dapat menginformasikan dan memastikan setiap kasus malaria terlaporkan dan tertangani dengan cepat.

"Lacak Malaria akan sangat membantu kita untuk mempercepat percepatan Halsel Bebas Malaria pada hari ini yang telah kita Deklarasikan pada 2021 Insya Allah akan terwujud, " jelas Bahrain.

Dengan tercapainya Halsel bebas malaria, is berharap dapat mendorong kemajuan pariwisata di daerah ini. Pada Kesempatan yang sama Unicef Indonesia dr. Endang Sumiwi mengatakan bahwa, Kabupaten Halmahera sangat istimewa untuk Unicef, karena Unicef mendukung penanganan malaria di Indonesia, salah satunya Halmahera Selatan dan 8 provinsi, 17 kabupaten/kota.

"Kabupaten Halmahera Selatan dianggap berhasil dalam program penanganan malaria, semoga ini juga bisa menjadi contoh bagi Provinsi dan kabupaten kota yang lain yang ada di Indonesia", jelas Endang.

Peringatan Hari Malaria Sedunia ini juga berakhir dengan pemberian Penghargaan oleh Bupati Halsel. Diantaranya Pemberian Penghargaan Kader Malaria terbaik, yang diberikan kepada Abd Rahim, Kader Malaria dari Desa Kupal, atas pengabdiannya dari 2008 sampai sekarang.

Penghargaan Kepala Desa terbaik yang telah membarikan pencapaian Imunisasi dasar di desanya, yang diberikan kepada Kepala Desa Tomori, Penghargan untuk Sekolah Dasar dalam Muatan Lokal Malaria, yang diberikan kepada SDN 80 Halsel, SDB 125 Halsel, SDN 197 Halsel, SDN 205 Halsel, Mis An-Nur Halsel.

Kemudian Penghargaan untuk SKPD yang aktif memberikan dukungan untuk program pengendalian Malaria Kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, dan Bapelitbangda serta Penghargaan untuk dunia usaha/swasta yang menjalin kemitraan dalam penanggulangan malaria yang diberikan kepada Bank Syariah Mandiri Cabang Labuha.

Editor: Hasanudin Aco Ikuti kami di Sudah Sadar, Pria Lajang Beberkan Kronologi Pingsan di Mobil dengan Bu Guru hingga Mulut Berbusa Sumber: Google News | Liputan 24 Labuha

thumbnail

Posted by On 4:57 PM

Tim Dokter Sutomo Surabaya Akan Tangani Kasus Bayi Kembar di ...

Tim Dokter Sutomo Surabaya Akan Tangani Kasus Bayi Kembar di Ternate - image  on https://www.cakrawala.co

TERNATE CAKRAWALA.CO ,- Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chasan Boesoirie Ternate, Provinsi Maluku Utara (Malut) Selasa, 24 April terus memantau perkembangan kondisi kesehatan bayi kembar siam anak pasangan Nurhayati Syarif dan Samsudin tjan yang lahir pada 21 maret 2018 lalu.

Bayi kembar siam dengan kondisi fisik berhimpit pada bagian rongga dada itu mendapat penanganan medis khusus di ruangan Prinatologi RSUD Chasan Boesoirie Ternate selama 33 hari semenjak kelahirannya pada tanggal 21 maret 2018 lalu.

Baca Juga NasDem Cianjur Siap Menangkan Ridwan Kamil

Hasil amatan medis ke dua bayi berjenis kelamin perempuan itu,tampak sehat. meski begitu ,pihak rumah tidak mau mengambil resiko untuk tidak menggabungkan kedua bayi itu bersama bayi lainnya yang dirawat di tempat yang sama.

Menurut, Nany Harmayn, dokter anak RSUD Chasan Boesoirie kondisi fisik bayi yang bernama Kanisya keadaanya bagus dan bisa minum (ASI) langsung dari ibunya tanpa bantuan alat,” Kalau yang satu bagus kondisinya sementara bernama Kalisya sering terkena sinosis (perubahan warna kulit) bila digendong. selain itu, bila minum Kalisya masih dibantu dengan alat,” Kata Nany.

Nurhayati, ibu dari bayi kembar mengaku Kalisa dan Kalisya adalah anak ke anam dari lima bersaudara,” waktu mengandung saya rasa aneh di perut tidak tau kalau nantia anak akan kembar tapi waktu melahirkan dong bilang anak saya kembar dengan kondisi seperti ini,” akuinya.

Kasus bayi kembar siam, baru pertama kali terjadi di Ternate olehnya itu, RSUD Chasan Boesoirie bekerja sama dengan tim dokte r khusus kembar siam RS dr. Sutomo Surabaya akan melakukan penanganan bersama . Melaui kordinasi medis tim spesialis anak kembar siam yang diketua dr. Agus Hariyanto menuju ke Ternate melakukan pemeriksaan kondisi dan fisik bayi hingga rencana merujuk ke Surabaya untuk dilakukan operasi pemisahan. *** (IVN/ID)

Bagaimana menurut Anda ?

komentar

Sumber: Google News | Liputan 24 Ternate

no image

Posted by On 4:57 PM

Harga Bawang Putih di Ternate Tembus Rp60.000/Kg

Warta Ekonomi.co.id, Ternate -

Harga bawang putih di pasar sentra Gamalama Ternate, Maluku Utara (Malut) kembali mengalami kenaikan akibat stok yang ada di pasar baik nasional maupun lokal mulai berkurang.

"Untuk bawang putih memang semuanya disuplai dari Jawa, dan pemerintah mengimpor dari negara-negara tetangga seperti India dan lainnya," kata Ketua Asosiasi Pemasok Kota Ternate, Nursidik di Ternate, Selasa.

Dia menyatakan, harga bawang putih di beberapa pasar yang ada di Kota Ternate kisaran Rp50.000 sampai Rp60.000 per kg, naik darisebelumnya Rp30.000 sampai Rp40.000 per kg.

Sedangkan harga perkarung untuk ukuran 20 kg Rp800.000.

Kenaikan harga bawang putih, kata Nursidik, sudah menjadi isu nasional dan Pemerintah harus turut ikut campur agar dapat mengatasi kenaikan harga bawang putih.

Apalagi untuk Kota Ternate konsums i bawang putih terbilang cukup besar, sehingga juga diharapkan kepada Pemerintah Kota Ternate secepatnya mengambil langkah.

"Karena bawang putih dari Jawa, sehingga dalam kondisi stok yang berkurang seperti ini para pedagang juga sering memainkan harga, makanya selalu mengalami kenaikan, " katanya.

Sedangkan untuk kebutuhan pokok lain seperti bawang merah juga mengalami kenaikan, namun tidak terlalu signifikan, Bawang merah sendiri saat ini masih berada dikisaran harga Rp 30 pai Rp 40 ribu per kg, dengan harga sebelumnya Rp 28 sampai 35 ribu per kg.

Namun, untuk cabe nona, kenaikannya diperkirakan sebanyak 15 persen, sebab, dari harga sebelumnya Rp 45 sampai 50 ribu per kg, naik menjadi Rp 50 sampai Rp 60 ribu per kg.

Sumber: Google News | Liputan 24 Ternate< /a>

thumbnail

Posted by On 10:14 AM

Pendiri UTS Zulkieflimansyah Jelaskan Visi Besar UTS Kepada ...

SUMBAWA - Pendiri Universitas Teknologi Sumbawa (UTS), Dr H Zulkieflimansyah, Minggu (22/4) bertemu ratusan calon mahasiswa baru (Maba) UTS yang akan mengikuti tes masuk jalur beasiswa Tau Samawa, di kampus UTS Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB).Di hadapan sekitar 528 orang calon Maba, Doktor Zul menjelaskan visi UTS. Kampus yang dijuluki kampus elang ini memiliki visi "Menjadi Rumah Pembelajaran yang Nyaman dan Menyenangkan untuk Tumbuh Utuh Sebagai Manusia dan Bermanfaat bagi Semesta Alam".Ia menjelaskan, UTS disebut Kampus Elang dengan filosofi terinspirasi dari cerita seorang petani yang menemukan telur elang. Oleh si petani, telur tersebut dierami ayam miliknya hingga menetas.Seiring berjalan waktu anak elang pun tumbuh besa r seperti elang-elang pada umumnya, namun ada yang aneh, elang tersebut tidak bisa terbang. Dia tidak pernah mengepakkan sayapnya. Dia mati dalam keadaan tidak bisa terbang.Seandainya elang tersebut berusaha mengepakkan sayapnya, jangankan dua atau tiga pulau, lautan, samudra akan mampu ia taklukkan bahkan dia dapat melayang terbang tinggi ke angkasa. Sayangnya, telur elang yang dierami ayam, besar bersama ayam dan hidup di lingkungan ayam ini tidak pernah satu kali pun mengepakkan sayapnya. Ia pun mati meninggalkan nama seekor elang yang tidak bisa terbang. Doktor Zul terinspirasi dari cerita tersebut mengapa UTS dinamakan Kampus Elang. Menurutnya, di Sumbawa perlu ada satu tempat khusus mengerami telur elang. Jangan sampai telur-telur elang dierami ayam, hidup dan besar di lingkungan ayam. Karenanya ia mendirikan UTS. Ia mengundang dosen-dosen muda terbaik. Dosen-dosen muda ini diibaratkan elang yang akan mengerami telur bukan hanya telur elang, tapi beraneka ragam telur. Harapann ya, telur-telur yang dierami, kelak bisa menetas, tumbuh, besar, dan bisa terbang ke angkasa.Doktor yang pernah menjadi Peneliti Terbaik Indonesia Bidang Ekonomi dan Manajemen ini menjelaskan misi UTS merekrut dosen-dosen muda terbaik dan berbakat, karena tugas Dosen bukan hanya sekedar mengajar tetapi tugas dosen memberikan inspirasi, mendustribusikan harapan, sehingga yang dierami tumbuh berkembang, bisa mengepakkan sayapnya dan mampu terbang. "Kenapa itu penting, karena UTS punya cita-cita mulia bisa melahirkan para pemenang. Kalau jebolan UTS bukan pemenang, kalau tidak berani meretas jalan baru, mustahil akan bisa bertahan dalam segala ujian kehidupan," katanya.Ia memaparkan, visi UTS sebagai Learning Community, sebagai rumah pembelajaran. Pembelajaran adalah inti kehidupan. Orang kalau tidak belajar sebebarnya sudah mati. Setiap hari, kita saksikan kehidupan di sekeliling kita, pohon yang tadinya kecil tumbuh besar, terus berubah menjadi tempat yang nyaman disinggahi oleh siapapun. Itu merupakan proses pembelajaran. Bagaimana dengan kita, sudah berubah atau belum. Apa yang sudah kita berikan buat kehidupan.Rumah pembelajaran itu maknanya dalam. UTS adalah rumah yang nyaman dan menyenangan bagi siapapun. UTS baru dikatakan nyaman kalau dosen, para staf, mahasiswa dan siapun yang ada di lingkungan ini merasa betah dan enggan pulang. "Di UTS menghadirkan kebahagiaan bagi siapapun, karena kita bertemu orang yang selalu tersenyum, kita bertemu orang yang ramah, kita bertemu orang yang bersahabat. Di UTS kita bertemu teman-teman dari seluruh Indonesia, di UTS kita berjejaring, di UTS kita belajar dan tumbuh bersama dalam kebahagiaan," katanya. Doktor Zul menegaskan, siapapun yang berada dan belajar di lingkungan UTS, harus tumbuh utuh sebagai manusia. Di UTS, siapa saja, para Dosen, Staf, Mahasiswa, harus tumbuh. Tapi jangan hanya tumbuh fisiknya, kematangan spiritualnya harus tumbuh, intelektualnya juga harus tumbuh. Fisiknya prima, stamin anya ok, intelektualnya juga hebat. Tiga hal ini yang harus tumbuh, Fisik, Intelektual, dan spiritual.Terakhir, selain tumbuh utuh sebagai manusia juga bermanfaat bagi semesta alam. Jadi, UTS ini menjadi rumah pembelajaran yang menyenangkan bagi siapa saja sehingga mampu melahirkan mahasiswa yang dapat menghadirkan bermanfaat bagi semesta alam bukan hanya buat sesama manusia tapi juga buat makhluk hidup yang ada di sekeliling kita.Untuk diketahui tes jalur beasiswa Tau Samawa dilaksanakan selama 3 Hari, yakni Minggu (22/4) hingga Selasa (24/4). Beasiswa Tau Samawa adalah beasiswa yang diperuntukkan bagi siswa-siswi Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) yang ingin mengembangkan diri dan memiliki tekad membangun dan berkontribusi bagi daerah Sumbawa khususnya dan Indonesia umumnya. Tahun ini, beasiswa Tau Samawa diikuti oleh 528 calon mahasiswa baru UTS. Yang akan diterima hanya 300 mahasiswa. Jadi ada peningkatan dari tahun sebelumnya yang hanya menerima 200 mahasiswa k husus beasiswa tau samawa. Disamping itu, UTS juga menerima mahasiswa baru jalur Beasiswa Nusantara yang membuka peluang bagi calon mahasiswa dari seluruh Indonesia untuk bisa kuliah di UTS.Sumber: Google News | Liputan 24 Maba

no image

Posted by On 7:11 AM

Harga bawang putih di Ternate naik

Ternate (ANTARA News) - Harga bawang putih di pasar sentra Gamalama Ternate, Maluku Utara (Malut) kembali mengalami kenaikan akibat stok yang ada di pasar baik nasional maupun lokal mulai berkurang.
"Untuk bawang putih memang semuanya disuplai dari Jawa, dan pemerintah mengimpor dari negara-negara tetangga seperti India dan lainnya," kata Ketua Asosiasi Pemasok Kota Ternate, Nursidik di Ternate, Selasa.
Dia menyatakan, harga bawang putih di beberapa pasar yang ada di Kota Ternate kisaran Rp50.000 sampai Rp60.000 per kg, naik darisebelumnya Rp30.000 sampai Rp40.000 per kg.
Sedangkan harga perkarung untuk ukuran 20 kg Rp800.000.
Kenaikan harga bawang putih, kata Nursidik, sudah menjadi isu nasional dan Pemerintah harus turut ikut campur agar dapat mengatasi kenaikan harga bawang putih.
Apalagi untuk Kota Ternate konsumsi bawang putih terbilang cukup besar, sehingga juga diharapkan kepada Pemerint ah Kota Ternate secepatnya mengambil langkah.
"Karena bawang putih dari Jawa, sehingga dalam kondisi stok yang berkurang seperti ini para pedagang juga sering memainkan harga, makanya selalu mengalami kenaikan, " katanya.
Sedangkan untuk kebutuhan pokok lain seperti bawang merah juga mengalami kenaikan, namun tidak terlalu signifikan, Bawang merah sendiri saat ini masih berada dikisaran harga Rp 30 pai Rp 40 ribu per kg, dengan harga sebelumnya Rp 28 sampai 35 ribu per kg.
Namun, untuk cabe nona, kenaikannya diperkirakan sebanyak 15 persen, sebab, dari harga sebelumnya Rp 45 sampai 50 ribu per kg, naik menjadi Rp 50 sampai Rp 60 ribu per kg.

Pewarta: Abdul Fatah
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Sumber: Google News | Liputan 24 Ternate